Akhirnya ngebahas course nya juga. Jadii course nya ada tiga: Health and Disease in the Tropics, Public Health in International Perspective, HIV/AIDS. Masing-masing course 1 bulan, total semua 3 bulan.
Hari senin nya, alias sehari setelah sampai, dimulai lah course Health and Disease in the Tropics. Pagi-pagi jam 8an, kami udah dijemput sama Marit dan Floor, student Belanda yang mau jadi volunteer buat jemput dan kasih orientasi singkat ttg kampus. They were so friendly and helpful. Alhamdulillaah cuaca ga sedingin pas baru sampai, kami jalan kaki dari hotel, jalan santai sekitar 15 menit.
I love the design...di bawahnya yang deket kolam ada tunnel
Kampus FK persis di belakang hotel, tp jalannya agak mengelilingi gitu jadi ya lumayan...later we found out kalo sebenernya ada tunnel alias lorong bawah tanah, di bawah hotel yang terhubung sama RS dan kampus, ada tulisan rutenya kl mau ke kampus lewat mana, ke RS lewat mana. (Dan sengaja sama senior kita ga dikasih tau katanya biar nemu sendiri). Untuk keluar masuk hotel dan tunnel, semuanya pake kunci kamar yang bentuknya kartu.
Tunnelnya keren...selain tempat lewatnya petugas RS, biasanya perawat yang naik skuter atau mobil kecil ky mobil di airport/lapangan golf, juga tempat transport pasien antar ruangan. Jadi pasien-pasien ditransport lewat tunnel, ga lewat jalan atas di RS. Hampir setiap hari kita pergi ke kampus lewat tunnel, karena hangat juga di dalam ruangan. Kecuali kalo ada keperluan, baru deh saya, Rizky, dan Hamda naik sepeda ke kampus.
Kata orang, orang bule itu cuek. Tp alhamdulillaah selama di Belanda, setiap kali lewat tunnel pasti kita duluan yang disapa sm petugas disana "Morgen..." (Morning) sambil senyum, kalo ketemu yang jilbaban jg disapa "Assalamu'alaikum..." They do greet strangers, yang bahkan saya sndiri jarang di Indonesia.
Oke...sampe di kelas pertama kali. Degdegan cyiiin hihi bule semuaaa. Jadi kita sesi pertama perkenalan dulu, disuruh duduk sebelahan sama temen yang bule. Jadi mejanya ada tiga kolom dan beberapa baris. Per meja biasanya 4-5 orang. Saya duduk di belakang dekat cewe bule cantik banget ky model, namanya Froukje, soon to be one of my closest friends there.
Kenalan sama mahasiswa dan sama dosen, dibilangin jangan malu-malu ya just speak english, remember no one in this room is native english so don't worry too much about your english. Seneng, seneng bangett karena dosennya sangat-sangat encourage...bikin PD.
Abis kenalan trs masuk ke materi Health and Disease in the Tropics. Disini, saya ga bahas banyak tentang isi materi, tp lebih ke proses pembelajaran yang asik dan interaktif...didukung fasilitas memadai.
Kelasnya tuh...mantap. Alasnya karpet bro. Trs kebanyakan kelas pasti ada pengatur suhu, lcd yang udah built-in (ga ada lagi tuh ambil-ambil lcd di ruang lcd), sound system, papan tulis, sering jg ada lampu buat baca rontgen.
Enaknya lagi...di kelas boleh makan hahaha. Ada dong yang bawa teh seteko, bawa roti sebungkus gede sambil kuliah sambil oles-oles selai atau kasihin keju/ham, makan apel (ya tapi kyny ga ada yg makan nasi sih). Pas ujian juga gitu. Kynya dibikin nyaman bgt deh mulai dari ruangan dan perut juga.
Materi pertama: Health Resource Allocation Game. Kita dibagi beberapa kelompok. Di materi ini, kita justru ky main monopoli... Jadi kita dikasih peta buta, rumah-rumah kayak di monopoli, data, dan skenario. Dari data, kita diberitahu jumlah dan kepadatan penduduk tiap daerah. Kemudian kita diminta memutuskan dimana akan dibangun hierarki fasilitas kesehatan: ambulans berjalan, fasilitas kesehatan primer/tingkat dasar, sampai rumah sakit besar. Setelah diputuskan, ketepatan keputusan kita akan diuji dgn skenario tertentu. Contoh: di daerah A yang alamnya pegunungan terjadi kecelakaan yang membuat tulang kaki pasien patah terbuka dan harus segera mendapat penanganan di Rumah Sakit. Apakah jarak dari daerah A ke ambulans dan rumah sakit sudah sesuai atau terlalu jauh? Seru banget, krn kita jadi mikir lagi, oiya ini kejauhan ini ga perlu bla bla bla. Walopun jetlag, mata ngantuk, pengen muntah, dan beberapa kali oles minyak kayu putih (dan ditanyain sama temen: "what's that?" Me: "eucalyptus oil." She replied: "wow cool, can I try?" Hihi padahal saya udah takut duluan dikira weird) tapi tetep bisa melek juga karena materinya seperti game.
Selain game, umumnya juga ada kelas konvensional dengan modul yang kebanyakan berbasis kasus. Sekelas isinya ga sampe 30 orang jadi lebih deket, dan dosennya ky yang tadi saya bilang sangat encourage. Suatu ketika ada dosen yang nanya: "please mention one of the tropical infections caused by bacteria." Dan mahasiswa nya jawab "dengue." which is virus. Dan ga ada yang ketawa atau ngejek dong. Dosennya malah bilang lagi "good answer but dengue is virus."
Pokonya tuh setiap kali kita nanya atau jawab pasti minimal dibilang "good question" or "good answer" gitu... (Kalo yang super dibilang "very good") siapa coba yang ga seneng belajar kalo di semangatin gini. Student Belanda juga rajin-rajin deh, walopun tropical infection mungkin awalnya sesuatu yang baru buat mereka, tp abis itu mereka cari tau dan belajar sendiri dan jadi banyak pengetahuannya.
Pada course pertama ini, kami juga sering mendapat tugas berkelompok. Termasuk menyiapkan satu presentasi besar yang akan dipresentasikan akhir course ttg neglected tropical disease. Kelompok saya waktu itu memilih filariasis. Kami membuat frame dan mengerjakannya di ruang komputer. Ruang komputernya wow deh...(headset nya aja masing-masing Sennheiser bro!) terus deket ruang komputer ada printer dan mesin fotokopi. Nah yang nempel lagi di benak saya, pas lagi ngumpulin materi, kan saya mau tuker-tukeran file tu sama temen, trs saya udah ambil flash disc mau copy...eh sama doi dibilang gini dong. "No no...you don't need that." Trus dia langsung copy-copy linknya dan buka email trus emailin ke email saya. Secara internet cepet banget. Buka youtube yang 4 menit sebelum mata berkedip udah kebuka semua dong. Waktu itu flash disc bener-bener jarang dipake.
Selain di ruang komputer, kami juga sering belajar persiapan materi di perpus yang aduhaaaiii. Perpus nya ada beberapa lantai. Lantai satu isinya komputer dan ruang diskusi/latihan presentasi. Saya terpesona pake ada ruang diskusi kecil-kecil sendiri, biasanya buat diskusi kelompok sekalian latihan presentasi karena ada lcd nya juga. Lantai lainnya isinya buku, dan ada lantai khusus printed-out journal. Pastinya ada coffee/choco machine di luar perpus (tapi bayar, ga gratisan ky di student room).
Kalau biasanya presentasi videonya udah didownload lebih dahulu, disini cukup linknya aja yang ditulis di slide. Nanti tinggal di klik langsung connect dan muncul video youtube nya. Serba high speed wifi I'm so in love.
Jadi tu kuliah mostly awalnya konvensional, terus dikasih skenario, diskusi, terus dibikin kelompok, dan presentasi...yang didukung fasilitas sangat memadai.
Saat course kedua tentang Public Health in International Perspective, kami dibagi kelompok lagi setiap kelompok 2-3 orang. Setelah kuliah konvensional di awal course, setiap minggunya wajib bikin paper tentang penyakit infeksi di suatu negara dan bagaimana penanggulangannya (mine was about Tuberculosis in Indonesia) dan hari Jumatnya presentasi...selama empat minggu dan minggu kelima libur hore!
Tapi ya karena setiap senin-kamis bikin paper dan jumat presentasi jadi ya senin selasa tu masih agak santai ngumpulin materi dan mulai ngetik, rabu udah ga bisa nafas mikirin besok kamis kudu ngumpulin paper, begitu kamis selesai ngumpulin paper rasanya legaa deh tinggal presentasi fiiuuuhh. Abis itu weekend dan libur dan siklus mulai lagi hihi.
Course ketiga tentang HIV/AIDS...disini kami belajar HIV/AIDS a to z. Lebih banyak membahas skenario dan teori. Kami juga kedatangan pasien HIV +, seorang wanita usia 40 tahun dan dia cerita she was raped before she got HIV dan sayaa rasanya maraaahh bangeett. (I cursed people who raped her). Sebeeel bangett kasian mbaknya :( but she said she was okay now, she had family and friends who supported her. So touching.
Di course-course inii kami juga belajar tentang MDG -Millenium Development Goals-, sharing tentang keadaan kesehatan antar benua Asia-Afrika-Amerika, role play forum (seperti World Economic Forum) yang mana dalam membangun/memberikan bantuan kesehatan setiap pihak punya kepentingan masing-masing baik itu investor, pemerintah lokal, pemerintah pusat, masyarakat setempat dan bagaimana berdiskusi mencari jalan keluar terbaiknya. Tentunya ada ujian juga di setiap akhir course.
Proses pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan membuat belajar terasa menarik. Setiap jumat akhir course kami juga ada happy hour, makan chips, minum coke, dan foto bareng serta ngobrol antar mahasiswa dan dosen di kelas.
Alhamdulillaah saya bersyukur diberi kesempatan belajar disini. Di Indonesia juga seneng, akan lebih seneng lagi kalau fasilitasnya sememadai dan senyaman di Belanda sehingga belajar bisa menjadi sesuatu yang lebih asik,
menarik, dan selalu bikin semangat. Ibarat anak-anak yang selalu semangat learn through play. Let's pray for a better education system and facility in our beloved country ❤️





No comments:
Post a Comment