Sunday, September 16, 2018
Aku memilih berhijab :)
Seorang teman bertanya ke saya "Tita kenapa pakai jilbab?"
Aku memilih berhijab...umm, sebenarnya sudah lama saya ingin menulis catatan ini, namun ini bukanlah hal yang mudah untuk saya, karena saya takut terkesan menggurui, karena saya amatlah jauh dari sosok ideal muslimah berhijab. Namun pagi ini setelah nonton Indahnya Islam dan Mamah Dedeh, keinginan untuk menulis semakin kuat.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung" (Q.S. An-Nur:31).
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab : 59)
Selain karena perintah Allaah, entah kenapa hijab membuat saya merasa lega sebagai muslimah. saya merasa lengkap dan tenang. Hijab adalah suatu kebaikan, jadi jangan ditunda :)
Hijab adalah suatu kebaikan, jadi jangan ditunda -> dulu saya mengelak dengan alasan 'belum siap' atau 'kelakuan masih gak karuan'. Tetapi guru agama saya waktu SMP dan kakak mentor saya bilang bahwa justru hijab lah yang membuat kita siap. Dengan adanya hijab, kita akan terlindungi dan bertambah malu untuk melakukan hal-hal yang tidak dilakukan. Hijab akan muncul sebagai pengingat. Ini bener banget sih, saya ngerasa banyak banget manfaat hijab sebagai rem dari perilaku saya. Tetapi ketika terkadang saya, muslimah yang telah berhijab masih melakukan perbuatan yang kurang berkenan, bukanlah hijabnya yang salah, tetapi emang sayanya.
Satu lagi yang membekas di hati ketika dl ingin memakai jilbab adalah perkataan seorang teman: kita itu beruntung tinggal di Indonesia, mau berjilbab gampang tinggal pake...coba bayangin di bbrp negara di barat sana susahnya mau pake jilbab aja sampe dibawa ke pengadilan, tp tetep aja tuh muslimahnya ga gentar n tetep berhijab.
Semakin kesini semakin saya sadar bahwa hijab adalah suatu penghormatan terhadap muslimah. Karena muslimah begitu berharga, Allah tidak membiarkan setiap orang bebas melihat keindahannya. Kecantikannya dilindungi hanya untuk orang-orang yang berhak. Tidak sembarang mata bebas memandang dan menikmati keindahannya.
Smoga kedepannya saya yang kelakuan masih ga karuan bisa terus memperbaiki, mengupgrade hijab saya agar lebih sesuai tuntunan (simply menutupi dada, menutupi aurat kecuali muka, telapak dan punggung tangan, longgar, tidak transparan, tidak menbentuk lekuk tubuh, tidak berlebihan). Ada sebuah hadist yang membuat saya ngeri, ingin segera memperbaiki hijab saya..
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).
Astaghfirullaah...
Sekali lagi, saya adalah orang yang teramat masih jauh dari baik, saya menulis catatan ini sekedar untuk berbagi. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan.
Hehe...
Aku memilih berhijab. Kalau kamu? :)
Wassalamu'alaikum warrahmatullaah wabarakatuh
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment